Showing posts with label Rupiah. Show all posts
Showing posts with label Rupiah. Show all posts

Friday, October 10, 2008

Tempat Penukaran Uang Dibanjiri Pengunjung

Metrotvnews.com, Jakarta: Transaksi di sejumlah tempat penukaran valuta asing di Jakarta meningkat menyusul krisis ekonomi global yang terjadi saat ini. Angkanya bisa mencapai 100 persen.

Di tempat penukaran valuta asing PT Ayu Mas Agung, Jakarta Pusat, misalnya. Patauan Metro TV, Jumat (10/10), lonjakan pengunjung di tempat itu bisa mencapai 100 persen dibandingkan kondisi normal.

Sebelum krisis ekonomi di Amerika Serikat, yang datang untuk menukarkan uang ke tempat itu cuma 50 orang per hari. Sekarang bisa mencapai 100 orang per hari.

Pengunjung umumnya menukarkan dolar AS. Pagi tadi, nilai beli dolar AS Rp 9.725. Sementara nilai jual Rp 9.755 per US$. Tapi setengah jam kemudian nilai tukar berfluktuasi.(***)

Presiden: Jangan Katakan Indonesia Sudah Alami Krisis Ekonomi

TANGERANG--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, krisis pasar modal dan keuangan yang terjadi saat ini belum dapat dikatakan sebagai krisis ekonomi.

Presiden pada peresmian Masjid Bani Umar di Graha Bintaro Raya, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, Jumat, mengingatkan agar jangan terlalu cepat mengatakan Indonesia sudah mengalami krisis ekonomi.

Sebelum mengakhiri sambutan peresmian masjid yang diprakarsai Keluarga Mantan Wapres Umar Wirahadikusumah itu, Presiden sempat menyampaikan pernyataan tentang kondisi perekonomian Indonesia.

"Sebelum akhiri sambutan, saya ingin sampaikan satu hal. Dewasa ini, dunia sedang alami krisis pasar modal, krisis keuangan, belum dapat dikatakan krisis ekonomi, apalagi untuk negara kita," kata Presiden.

Seperti disampaikan Presiden sejak Senin, 6 Oktober 2008, Presiden kembali meminta agar pelaku pasar tetap tenang, rasional, berpikir jernih sambil berusaha mencari jalan keluar agar Indonesia tidak terganggu dampak krisis keuangan global.

Presiden juga mengingatkan, kondisi pasar modal hanya mempengaruhi, tetapi tidak menggambarkan seluruh situasi perekonomian Indonesia.

Presiden meminta dukungan dari semua pihak agar tenang dan berpikir jernih bersama pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan dunia usaha untuk memastikan bahwa pengaruh krisis global terhadap perekonomian Indonesia dapat diminimalkan.

Selaku Presiden, dia berjanji untuk tetap memprioritaskan program-program perlindungan bagi rakyat dan memproteksi ekonomi rakyat.

"Kita punya anggaran yang cukup dari kementerian dan lembaga negara untuk menggerakkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang juga menciptakan lapangan pekerjaan," kata Presiden.

Presiden menjelaskan, program untuk melindungi ekonomi rakyat pada 2008 dianggarkan Rp290 triliun. Dari jumlah itu, sudah dikucurkan Rp173 triliun selama periode Januari sampai Oktober 2008.

"Oktober ini sudah saya instruksikan dikeluarkan Rp25,9 miliar. Itu likuiditas yang cukup besar. Sisanya akan terus dialirkan agar pembangunan terus berlangsung," kata Presiden.

Presiden menambahkan, sektor riil di negara mana pun pasti terpengaruh oleh krisis keuangan global. Namun, pemerintah dan dunia usaha tetap berusaha agar sektor riil di Indonesia tetap bergerak. (Ant/OL-01)

Rupiah Melemah Warga Ramai-Ramai Jual Emas

BANDUNG--MI: Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika selama beberapa hari ini dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung dengan menyerbu toko emas untuk menjual perhiasan emasnya.

Dalam sehari, ada sekitar 20 hingg 25 orang yang menjual emas, kata salah satu pemilik toko emas di kawasan Jalan Kosambi Bandung, Buana Tanu Jaya, Jumat (10/10).

"Kalau sekarang kecenderunganya lebih banyak yang jual emas daripada yang beli," katanya.

Menurut Buana Tanu Jaya, alasan orang lebih banyak yang menjual emas daripada membeli disebabkan posisi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar serta krisis keuangan di Amerika Serikat .

Harga emas pun saat ini mengalami kenaikan sekitar tujuh hingga 10%. Harga emas di pasaran saat ini sekitar Rp220 ribu per gram.

Ia mengatakan, jumlah warga yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas logam mulia batangan, juga mengalami peningkatan. Biasanya dalam sehari ada orang yang berminat membeli emas logam mulia jumlahnya hanya satu atau dua orang, namun dalam sepekan ini, jumlahnya
meningkat menjadi di atas lima orang per harinya.

Salah seorang pengunjung yang hendak menjual emas, Yati, mengatakan, alasan dirinya menjual kalung emasnya saat ini karena ia bisa mendapat keuntungan lebih dari penjualan emas tersebut. Saat ia membeli perhiasan itu, harag emas saat itu Rp185 ribu per gram. Akan tetapi, saat ia menjual, harganya bertambah menjadi Rp215 ribu. (Ant/OL-01)

Rupiah menukik

Jum'at, 10 Oktober 2008 11:04 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat makin payah. Rupiah pada, Jumat (10/10) siang, diperdagangkan Rp 9.750 per US$. Jumlah ini melorot 160 poin dibanding transaksi pagi tadi.

Celakanya nilai tukar rupiah akan terus menukik seiring anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG). Sejauh ini upaya Bank Indonesia untuk menjaga rupiah belum ada pengaruhnya.(***)