Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, October 10, 2008

Presiden: Jangan Katakan Indonesia Sudah Alami Krisis Ekonomi

TANGERANG--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, krisis pasar modal dan keuangan yang terjadi saat ini belum dapat dikatakan sebagai krisis ekonomi.

Presiden pada peresmian Masjid Bani Umar di Graha Bintaro Raya, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, Jumat, mengingatkan agar jangan terlalu cepat mengatakan Indonesia sudah mengalami krisis ekonomi.

Sebelum mengakhiri sambutan peresmian masjid yang diprakarsai Keluarga Mantan Wapres Umar Wirahadikusumah itu, Presiden sempat menyampaikan pernyataan tentang kondisi perekonomian Indonesia.

"Sebelum akhiri sambutan, saya ingin sampaikan satu hal. Dewasa ini, dunia sedang alami krisis pasar modal, krisis keuangan, belum dapat dikatakan krisis ekonomi, apalagi untuk negara kita," kata Presiden.

Seperti disampaikan Presiden sejak Senin, 6 Oktober 2008, Presiden kembali meminta agar pelaku pasar tetap tenang, rasional, berpikir jernih sambil berusaha mencari jalan keluar agar Indonesia tidak terganggu dampak krisis keuangan global.

Presiden juga mengingatkan, kondisi pasar modal hanya mempengaruhi, tetapi tidak menggambarkan seluruh situasi perekonomian Indonesia.

Presiden meminta dukungan dari semua pihak agar tenang dan berpikir jernih bersama pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan dunia usaha untuk memastikan bahwa pengaruh krisis global terhadap perekonomian Indonesia dapat diminimalkan.

Selaku Presiden, dia berjanji untuk tetap memprioritaskan program-program perlindungan bagi rakyat dan memproteksi ekonomi rakyat.

"Kita punya anggaran yang cukup dari kementerian dan lembaga negara untuk menggerakkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang juga menciptakan lapangan pekerjaan," kata Presiden.

Presiden menjelaskan, program untuk melindungi ekonomi rakyat pada 2008 dianggarkan Rp290 triliun. Dari jumlah itu, sudah dikucurkan Rp173 triliun selama periode Januari sampai Oktober 2008.

"Oktober ini sudah saya instruksikan dikeluarkan Rp25,9 miliar. Itu likuiditas yang cukup besar. Sisanya akan terus dialirkan agar pembangunan terus berlangsung," kata Presiden.

Presiden menambahkan, sektor riil di negara mana pun pasti terpengaruh oleh krisis keuangan global. Namun, pemerintah dan dunia usaha tetap berusaha agar sektor riil di Indonesia tetap bergerak. (Ant/OL-01)

Penutupan BEI Dinilai Tepat

Jum'at, 10 Oktober 2008 09:40 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar pelaku pasar saham bisa memahami keputusan pemerintah memperpanjang masa suspend Bursa Efek Indonesia. Perhitungan mereka, kalau BEI dipaksakan dibuka, pasar bursa di Indonesia bisa hancur.

"Saya bisa memahami," kata analisis pasar, David Ferdinandus kepada Metro TV, Jumat (10/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Apalagi, David menilai, suspend lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Revorlt Wenas, analisis pasar lainnya, sependapat. Menurut dia, BEI memang harus ditutup dari pada pasar dicaplok habis para spekulan. Apalagi spekulan biasanya memiliki cadangan dana lebih besar dari pada yang diperkiraan.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia, Erlangga Hartanto pun mengatakan, BEI memang tak bisa dipaksakan dibuka hari ini. Bila dipaksakan pasar saham Indonesia bakal ambruk.

Namun Erlangga mewanti-wanti suspend tak boleh berlangsung sampai Senin pekan depan. "Apapun BEI harus dibuka Senin depan. Para analis pasti sudah mengevaluasi keadaan," ujar Erlangga. Dia juga mengingatkan agar pelaku pasar tetap tenang menyikapi persoalan ini.(***)