Thursday, April 30, 2009
What is Swine Flu ?
Friday, October 24, 2008
Mitos tentang Merokok
Suatu hari di tempat praktek ada seorang pasien berkata, “Dok, saya mencari obat untuk berhenti merokok. Saya sudah kecanduan banget. Ngga bisa berhenti nih!” Hmm, andai saja ada pabrik obat yang menjual “Obat berhenti merokok” dan orang benar-benar bisa berhenti merokok karenanya.
Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain -seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:
Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexyTepatnya, pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja. Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?
Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemukBertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.
Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamilMungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.
Mitos 4: Merokok tidak melukai orang lain selain diri sendiriSalah! Bila merokok di sekitar orang lain, anda telah menyakit mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.
Mitos 5: Saya masih muda, saya akan berhenti merokok beberapa tahun lagiHampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.
Mitos 6: Hanya satu rokok sehari kokMerokok tidaklah aman sekalipun hanya 1 rokok dalam sehari. Setiap rokok mengandung sekitar 1 sampai 2 miligram nikotin yang dapat mencapai otak setelah 10 detik dihirup. Segera setelah tiupan pertama adrenalin akan sibuk meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan nafas anda.
Mitos 7: Rokok saya “light”, jadi ya ga masalahMunurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, rokok “light” memiliki kandungan yang sama dengan rokok pada umumnya, termasuk lead, ammonia, benzene, DDT, gas butane, carbon monoxide, arsenic dan polonium 210.
Mitos 8: Kanker Payudara adalah kanker pembunuh nomor 1 pada wanitaTet tot! Yang benar adalah kanker paru. Meningkatnya angka kematian akibat kanker paru berhubungan langsung dengan meningkatnya rate dari merokok. Merokok juga merupakan resiko mayor pada penyakit jantung, si pembunuh nomor satu.
Mitos 9: Merokok dapat memperbaiki moodBeberapa orang percaya rokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan moodmu. Jika anda sedang down atau depresi, rokok dapat menempatkan anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian terbaru disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.
Mitos 10: Mengunyah tembakau adalah aman karena tidak melalui inhalasiBukan hanya kanker paru yang dapat membunuh. Mereka yang mengunyah tembakau memiliki resiko untuk kanker pada rongga mulut, yang dapat mengenai lidah, bibir dan gusi. Seperti pada merokok, lebih cepat berhenti lebih besar kesempatan anda untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.
Be Healthy, Be Happy!
Referensi
Krockover, M. “Smoking Myths”. http://www.webmd.com/
Centers for Disease Control and Prevention. “Tobacco information and prevention sources: Facts you should know” November 2000.
Psyche Pascual. “Top Ten Myths About Smoking”. http://www.ahealthyme.com/
Total Health

| CLEANSING | Removes harmful toxins in order to achieve a clean and harmonious body. |
| BALANCING | Provides balanced and sufficient nutrients to the body. |
| ACTIVATING | Provides balanced nutrients to enable the body cells to normalise. |
| DEFENDING | Activating process and cleansing is repeated for 6 months and enables our body to become healthy and strong. |
Six Major Factors Which Affect Our Health - AIR, WATER, FOOD & BEVERAGES, SLEEP, EXERCISE, EMOTIONS
Propolis Platinum
Health Food - HF 008MANFAAT UTAMA TERAPI DENGAN MENGGUNAKAN PROPOLIS :
- Aktivitas antibakteri
Propolis terkenal karena memiliki kualitas dan aktivitas antibiotik alami yang tinggi. Propolis dapat dengan efektif menghambat pertumbuhan bakteri jahat, jamur dan virus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan, mereka menyetujui bahwa propolis cukup kuat dalam menghambat pertumbuhan mikro-organisme yang merugikan.
- Aktivitas antivirus
Para ahli kesehatan menemukan bahwa propolis efektif menghentikan aktivitas virus pada kelenjar ludah, termasuk virus tipe A dan tipe B yang menyebabkan Flu, Corona virus dan jenis-jenis virus lainnya.
- Aktivitas anti jamur
Ekstrak Propolis dapat menghambat pertumbuhan 17 jenis jamur pada kulit. Pada saat digunakan bersama-sama dengan obat-obatan anti jamur, ia memiliki efek anti jamur yang lebih baik.
- Aktivitas sitotoksik
Propolis memiliki aktivitas sitotoksik yang sangat besar terhadap sel kanker termasuk sel kanker pada hidung, rahim, payudara, ginjal, usus besar, dan lain-lain. Aktivitas Propolis yang utama adalah propolis secara selektif membunuh sel yang tidak normal dan tidak akan menyebabkan efek toksik terhadap pertumbuhan sel normal.
- Antioksidan
Kandungan flavonoid dalam propolis memiliki kekuatan antioksidan dan sudah terbukti dapat melawan radikal bebas serta melindungi lemak dan komponen-komponen lain seperti vitamin C dari kerusakan dan proses oksidasi. Dan kemungkinan yang lain Propolis memberikan efek sebagai anti penuaan dan mencegah kerusakan sel.
- Mengaktifkan enzim dan anti-inflamasi
Propolis terbukti merangsang berbagai macam enzim, metabolisme sel, sirkulasi dan pembentukan kolagen, serta mempercepat proses penyembuhan pada luka bakar.
PETUNJUK PEMAKAIAN :
- Dewasa : 2 x 4-5 tetes/hari sebelum makan dilarutkan dalam 250 ml air.
- Anak-anak : 2 x 2-3 tetes/hari sebelum makan dilarutkan dalam 250 ml air.
KEMASAN :
- 1 box isi 5 botol @ 6 ml.
- 1 box kemasan tunggal 6 ml.
K-LIQUID CHLOROPHYLL
K-Liquid Chlorophyll’s three main benefits:
- Cleansing - refers to detoxification and eliminating impurities from our body.
- Regulating - balances the hormones, acid and alkaline in our body.
- Nourishing - provides nutrients for healthy blood to increase the oxygen level and red blood count.
What is Chlorophyll?
Chlorophyll is life’s natural elixir contained in the green pigment of plants. In the process known as “photosynthesis”, chlorophyll in green plants traps and stores the energy of sunlight, together with carbon dioxide in the air, water and minerals from the soil to produce food. The energy is required to convert water and carbon dioxide into glucose – the chief source of energy for living organisms.
Why choose Alfalfa?
Alfalfa is chosen because it contains 4 times the chlorophyll of other vegetables. Its roots grow deep into the soil to absorb minerals like calcium, iron, magnesium and etc.
One table spoon of K-Liquid Chlorophyll is equivalent to 1 kg of vegetable consumption. It is a natural source of nutrient that is vital in stimulating good health.
Fights Free Radicals to Reduce Wrinkles & Aging
The chlorophyll in alfalfa contains antioxidants, which can help reduce free radicals in our body. Free radicals weaken our body, making us more susceptible to sickness. Free radicals are an active oxidized substance, generated by our own body through metabolism (breakdown of food and oxygen), that will destroy protein, lipid and DNA. It will affect normal cells to change and cause various diseases in the human body. Free radicals are a major contributor to ageing.
Chlorophyll is rich in:
Zinc –Zinc combines with vitamin A to promote good health
Selenium –Protects and energizes body cells
Vitamin E –Anti-ageing, nourishes skin and keeps the brain active
Vitamin C –Increases alertness and possesses anti-cancer properties
Vitamin A –Strengthens the heart’s function and improves vision.
Other nutrients include protein, biotin, folic acid, pantothenic acid and minerals such as calcium, cobalt, chromium, phosphorus, silicon, potassium, manganese, magnesium and iron.
Promotes Cell Regeneration and Boosts the Immune System
Dr. Richard Willstatter and Dr. Hans Fisher have in 1915 and 1930 respectively received the Nobel Prize in Medicine and Chemistry for discovering the molecular structure of human red blood cells and chlorophyll. Due to this, chlorophyll is shown to promote cell regeneration and reproduction as well as assist in building up the immune system.
Blood Production Property
Nobel Prize recipients, Dr. Richard Willstatter and Dr. Hans Fisher further discovered that the only difference between red blood cells and chlorophyll is that chlorophyll has a magnesium atom in its nucleus while red blood cells have iron. Thus, chlorophyll can help in cases of anemia and other blood deficiency conditions.
Cleanses Body of Pesticides and Drug Residue Toxins
Nutritionist Prof. Bernard Jensen pointed out that chlorophyll is effective in reducing toxin caused by pesticides and drug residue by purging them from the body. He further observed that healthy people generally have higher blood counts compared to the sick. However, after high consumption of chlorophyll, the sick showed an increase in blood count and improved health.
Reduces the Body’s Problems
Scientist Offen Krantz found that chlorophyll is highly beneficial to patients with stomach ulcers. Chlorophyll complements the medication prescribed by doctors for stomach ulcers.