Wednesday, April 22, 2009

Delapan Nasabah Duduki Bank Century Kertajaya

[ Rabu, 22 April 2009 ]
Buntut Mandeknya Program Dana Investasi

SURABAYA - Emosi para nasabah PT Bank Century Tbk -yang merasa jadi korban penipuan dana investasi-akhirnya mencapai puncak. Kemarin (21/4) mereka mendatangi kantor cabang bank tersebut di Jalan Kertajaya, Surabaya, untuk meminta kepastian. Bahkan, delapan nasabah menduduki kantor itu dan memaksa para karyawan menghentikan aktivitasnya.

Salah seorang nasabah bernama Sri Gaya Tri, 45, bahkan membikin aksi yang menjadi tontonan seluruh orang yang berada di dalam bank itu. Termasuk di antaranya tim pengamanan yang terdiri atas satu peleton petugas dari Polres Surabaya Timur, satu regu dari Polsek Gubeng, staf PT Bank Century, dan puluhan wartawan.

Wanita yang mengaku telah dirugikan Rp 69 miliar tersebut naik ke atas meja customer service sambil memaki-maki para petinggi Bank Century yang disebutnya telah merayu agar simpanan depositonya dimasukkan ke dalam produk investasi. Belakangan diketahui bahwa dana itu dikelola PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia. "Uang yang dikumpulkan keluarga saya selama 30 tahun sudah habis. Itu karena saya percaya dengan mulut-mulut manis Lila Gondokusumo (direktur pemasaran Bank Century Indonesia Timur, Red)," keluhnya.

Setelah memaki-maki karyawan Bank Century dari atas meja customer service, wanita asal Buntok, Kalimantan Tengah, itu turun untuk mengambil kursi. Dia menggunakan kursi tersebut untuk naik ke atas meja teller yang posisinya lebih tinggi. Di atas meja itu, dia menyanyikan lagu-lagu rohani. "Biar semua orang tahu. Ini show time, ungkapan kekecewaan nasabah-nasabah korban penipuan. Hidup nasabah!" teriaknya.

Sri merupakan salah seorang nasabah Bank Century yang awalnya menyimpan uang dalam bentuk deposito. Simpanan itu kemudian dia alihkan ke program investasi yang ditawarkan oleh Lila Gondokusumo. Keputusan tersebut diambil lantaran Lila berani menjamin bahwa dana investasi itu tidak akan berkurang. Bahkan, untuk setiap pemindahan senilai Rp 1 miliar, Sri dijanjikan cash back langsung Rp 1 juta. Belakangan diketahui bahwa program investasi tersebut bermasalah dan Lila ditetapkan sebagai tersangka.

Sri menjelaskan, pada Senin (20/4), pihaknya telah menagih dana investasi miliknya ke kantor cabang PT Bank Century Tbk di Jalan Kertajaya dan Jalan Panglima Sudirman. Namun, permintaannya tidak kunjung mendapatkan jawaban. Surat dari nasabah di Surabaya yang dikirim ke manajemen Bank Century Senin lalu juga belum mendapatkan respons.

Akibat macetnya dana itu, gaji sekitar 500 karyawan di perkebunan tembakau dan jagung milik Sri di Madura belum terbayar. "Saya juga tidak mampu membiayai pernikahan anak perempuan saya. Acara itu jadi tertunda sejak Januari lalu," tuturnya.

Dia juga mengaku tengah berpikir keras mencari uang pinjaman untuk membayar banyak utangnya. "Kini saya juga banyak utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Sri.

Di tengah curhatnya, tiba-tiba Sri kembali mengamuk dan memaki-maki Mas Agung Rahmad Hadi, anggota asistensi Kertajaya PT Bank Century. Pasalnya, Agung tidak bersedia memberikan surat yang berisi hasil pertemuannya dengan nasabah PT Bank Century serta pembeli reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas di Bank Century Cabang Kertajaya, Surabaya. "Semua orang harus tahu apa yang telah terjadi dan disepakati bersama. Ini agar dukungan terhadap penyelesaian kasus penipuan ini kian mengalir," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Nasabah Bank Century Surabaya Edo A. Rahman mengungkapkan, jika hingga hari ini tidak ada jawaban atas surat yang dia kirim, para nasabah akan kembali melakukan aksi. ''Kami akan terus menagih sampai uang kami dikembalikan,'' ujar petani tembakau tersebut.

Rencananya, hari ini Edo akan menyiapkan 300 karyawan perkebunan tembakau dan jagung untuk melakukan aksi di Kantor Cabang Bank Century, Jalan Panglima Sudirman. "Mereka juga akan ikut menagih uang mereka yang sebagian telah masuk ke produk penipuan investasi itu,'' ujarnya. (luq/fat)
[ Rabu, 22 April 2009 ]
Delapan Nasabah Duduki Bank Century Kertajaya
Buntut Mandeknya Program Dana Investasi

SURABAYA - Emosi para nasabah PT Bank Century Tbk -yang merasa jadi korban penipuan dana investasi-akhirnya mencapai puncak. Kemarin (21/4) mereka mendatangi kantor cabang bank tersebut di Jalan Kertajaya, Surabaya, untuk meminta kepastian. Bahkan, delapan nasabah menduduki kantor itu dan memaksa para karyawan menghentikan aktivitasnya.

Salah seorang nasabah bernama Sri Gaya Tri, 45, bahkan membikin aksi yang menjadi tontonan seluruh orang yang berada di dalam bank itu. Termasuk di antaranya tim pengamanan yang terdiri atas satu peleton petugas dari Polres Surabaya Timur, satu regu dari Polsek Gubeng, staf PT Bank Century, dan puluhan wartawan.

Wanita yang mengaku telah dirugikan Rp 69 miliar tersebut naik ke atas meja customer service sambil memaki-maki para petinggi Bank Century yang disebutnya telah merayu agar simpanan depositonya dimasukkan ke dalam produk investasi. Belakangan diketahui bahwa dana itu dikelola PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia. "Uang yang dikumpulkan keluarga saya selama 30 tahun sudah habis. Itu karena saya percaya dengan mulut-mulut manis Lila Gondokusumo (direktur pemasaran Bank Century Indonesia Timur, Red)," keluhnya.

Setelah memaki-maki karyawan Bank Century dari atas meja customer service, wanita asal Buntok, Kalimantan Tengah, itu turun untuk mengambil kursi. Dia menggunakan kursi tersebut untuk naik ke atas meja teller yang posisinya lebih tinggi. Di atas meja itu, dia menyanyikan lagu-lagu rohani. "Biar semua orang tahu. Ini show time, ungkapan kekecewaan nasabah-nasabah korban penipuan. Hidup nasabah!" teriaknya.

Sri merupakan salah seorang nasabah Bank Century yang awalnya menyimpan uang dalam bentuk deposito. Simpanan itu kemudian dia alihkan ke program investasi yang ditawarkan oleh Lila Gondokusumo. Keputusan tersebut diambil lantaran Lila berani menjamin bahwa dana investasi itu tidak akan berkurang. Bahkan, untuk setiap pemindahan senilai Rp 1 miliar, Sri dijanjikan cash back langsung Rp 1 juta. Belakangan diketahui bahwa program investasi tersebut bermasalah dan Lila ditetapkan sebagai tersangka.

Sri menjelaskan, pada Senin (20/4), pihaknya telah menagih dana investasi miliknya ke kantor cabang PT Bank Century Tbk di Jalan Kertajaya dan Jalan Panglima Sudirman. Namun, permintaannya tidak kunjung mendapatkan jawaban. Surat dari nasabah di Surabaya yang dikirim ke manajemen Bank Century Senin lalu juga belum mendapatkan respons.

Akibat macetnya dana itu, gaji sekitar 500 karyawan di perkebunan tembakau dan jagung milik Sri di Madura belum terbayar. "Saya juga tidak mampu membiayai pernikahan anak perempuan saya. Acara itu jadi tertunda sejak Januari lalu," tuturnya.

Dia juga mengaku tengah berpikir keras mencari uang pinjaman untuk membayar banyak utangnya. "Kini saya juga banyak utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Sri.

Di tengah curhatnya, tiba-tiba Sri kembali mengamuk dan memaki-maki Mas Agung Rahmad Hadi, anggota asistensi Kertajaya PT Bank Century. Pasalnya, Agung tidak bersedia memberikan surat yang berisi hasil pertemuannya dengan nasabah PT Bank Century serta pembeli reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas di Bank Century Cabang Kertajaya, Surabaya. "Semua orang harus tahu apa yang telah terjadi dan disepakati bersama. Ini agar dukungan terhadap penyelesaian kasus penipuan ini kian mengalir," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Nasabah Bank Century Surabaya Edo A. Rahman mengungkapkan, jika hingga hari ini tidak ada jawaban atas surat yang dia kirim, para nasabah akan kembali melakukan aksi. ''Kami akan terus menagih sampai uang kami dikembalikan,'' ujar petani tembakau tersebut.

Rencananya, hari ini Edo akan menyiapkan 300 karyawan perkebunan tembakau dan jagung untuk melakukan aksi di Kantor Cabang Bank Century, Jalan Panglima Sudirman. "Mereka juga akan ikut menagih uang mereka yang sebagian telah masuk ke produk penipuan investasi itu,'' ujarnya. (luq/fat)

Monday, April 20, 2009

PKS Lebih sreg jadi In dependen di parlemen

PKS belum mengetuk palu akan menggalang koalisi dengan siapa. Namun partai dakwah ini mengaku lebih sreg menjadi independen ketimbang jadi partai oposisi atau pun partai pro pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Bagi kami independen lebih enak. Tidak jadi oposisi tidak pro pemerintah,
sehingga kita lebih enak bertindak sesuai mandat rakyat," tutur politisi PKS Agus Purnomo.

Hal ini disampaikan Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2009) menanggapi ucapan SBY di Cikeas, kemarin (19/4/2009) yang mempersilakan partai-partai untuk tidak bekoalisi dengan Partai Demokrat.

Agus mengakui partainya banyak mengambil pelajaran selama 5 tahun menjadi
bagian koalisi partai pro pemerintahan yang mendukung SBY-JK. Dan selama itu, kata Agus, tak selamanya menguntungkan bagi PKS. Hal ini yang menurutnya menjadi pertimbangan PKS untuk tidak meneruskan koalisi dengan SBY seperti yang dilakukan PKS pada 2004 lalu.

Terkait hal itu, ia mencontohkan kebijakan kenaikan BBM yang dilakukan
pemerintahan SBY. Pada saat itu popularitas PKS di mata publik mencapai
angka 10 %. Namun karena PKS mendukung pemerintah dan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut, popularitas PKS malah merosot di angka 5 %. Padahal, kata Agus, partainya tidak sedikit pun diajak bicara oleh PD terkait kenaikan BBM itu.

"Kita kena imbasnya. Gara-gara dukung BBM naik populartas kita menurun,"
ujar mantan Ketua DPW PKS DIY ini.

Karena itu, Agus meyakini partainya lebih nyaman jika menjadi independen
dan PKS tidak akan terbebani oleh koalisi. Bahkan, lanjut Agus, PKS siap jika keputusan untuk hengkang dari koalisi partai pro pemerintah menyebabkan partainya kehilangan kursi menteri di kabinet. "Kita siap itu," tandasny

Thursday, November 20, 2008

Tips dr. Cantik Hadapi Penyakit di saat musim hujan

Perubahan cuaca memasuki musim penghujan membuat kita rentan terhadap berbagai penyakit. Biasanya pada kondisi seperti ini tubuh manusia mudah terkena penyakit seperti influensa, diare dan lainnya. Dokter Sonia Wibisono menuturkan penyakit akan mudah terjangkit pada saat ini disebabkan karena daya tahan tubuh manusia menurun.

Untuk mencegah berbagai penyakit yang datang, Dokter yang selalu menjaga kecantikannya ini mengungkapkan beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit.

Tips dr. Sonia Wibisono Hadapi Penyakit di saat musim hujan:

1. Hindari Rokok
2. Minum air putih yang banyak
3. Makan makanan yang bergizi (4 sehat 5 sempurna)
4. Istirahat dan Tidur yang cukup (minimal 8 jam perhari)
5. Olah raga yang teratur
6. Minum atau makan herbal-herbal seperti Jahe

Khusus anak-anak, Dokter yang juga sering disibukan sebagai presenter, model iklan serta penulis menjelaskan bahwa anak-anak perlu ditambah multivitamin dan susu. Istri dari Robert Adhi Wardhana mengaku sangat menjaga kesehatan anak-anak yang menjadi buah hatinya disaat kondisi seperti ini.

Friday, November 7, 2008

Harga Premium Turun Per 1 Des 2008


Kamis, 06 November 2008 17:46 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akhirnya menurunkan harga premium sebesar Rp 500 menjadi Rp 5.500 per liter. Harga baru berlaku 1 Desember 2008. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Istana Kepresidenan, Kamis (6/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Sri, keputusan dilakukan sejalan dengan penurunan harga minyak mentah di pasar internasional. Harga minyak dunia kini berada di bawah US$ 70 per barel.

Harga premium Rp 5.500 adalah harga termurah di Asia. Lantaran itu pemerintah tak khawatir keputusan ini akan memicu penyelundupan. Penurunan harga, tambah Sri, akan membantu masyarakat di tengah krisis global saat ini.(***)

Dewi Sandra & UU Pornografi

Kamis, 06/11/2008 21:14 WIB
Dewi Sandra Tak Takut UU Pornografi
Cassaurina Dwi Rahayu - detikhot

Gambar
Dewi Sandra (fta/hot)
Jakarta UU Pornografi dianggap bisa membatasi seseorang dalam berpakaian. Tapi penyanyi Dewi Sandra tidak demikian. Dewi merasa, selama ini tidak pernah berpakaian terlalu seksi .

"Selama ini pakaian saya masih pantas," ujar Dewi saat ditemui di peluncuran lipstick baru dari Martha Tilaar di Equinox Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2008) malam.

Menyoal UU Pornografi, istri Glenn Fredly itu melihat undang-undang tersebut mengadung sejumlah ketidakjelasan . Misalnya batasan soal berpakaian.

"Yang nggak boleh itu apa, rok mini, tak top, kan nggak ada tulisannya," tutur Dewi.

Bagi Dewi, UU Pornografi seharusnya secara jelas memberi batasan mana yang porno dan tidak. Ia khawatir jika hal itu tidak ada, masyarakat bisa membuat persepsi sendiri. Ujungnya, ia khawatir masyarakat main hakim sendiri.

(eny/eny)

Monday, November 3, 2008

Guru menari striptease murid bersorak

Sabtu, 1 November 2008 | 02:57 WIB

SEJUMLAH orang tua yang merasa gusar menuntut salah satu pengajar perempuan agar dipecat dari sebuah sekolah di Hungaria barat karena memeragakan tarian telanjang (striptease) di depan murid-muridnya yang baru berusia 15 tahun. Guru asal Jerman ini seharusnya bertugas mengawasi sebuah pesta awal semester.

Namun, keadaan justru berada di luar kendali saat ibu guru yang berparas cantik ini justru mempertontonkan tarian yang seharusnya tak layak disaksikan oleh murid-muridnya yang masih remaja itu. Dengan gaya yang menggoda, ibu guru ini terus melepas baju yang dikenakan di tengah sorakan para murid-muridnya.

Ibu guru ini melepaskan bajunya untuk mempertontonkan bagian payudara yang masih tertutup pakaian dalamnya sebelum kemudian membuka risleting roknya. Seorang pengajar lain yang mendapati aksi itu bergegas mengurungkan niat si ibu guru dan menutupi tubuhnya dengan taplak meja. Namun sebelum tarian yang diiringi alunan musik itu usai, salah satu murid yang terbelalak menyaksikan apa yang ada di depan matanya sempat mengabadikan pertunjukkan itu di kamera ponselnya.

"Sungguh menjijikkan. Guru macam apa bertindak seperti itu di depan murid. Ia seharusnya menari seperti itu di bar, bukan di sekolah," ucap salah satu orang tua yang meluapkan amarahnya.

"Saat anak-anak menantangnya untuk menari striptease ia malah mulai melucuti bajunya. Guru yang cantik jelita di usia 20-an tahun itu menyuguhkan tarian yang tak disangka-sangka akan dilakukan di hadapan muridnya," keluh beberapa orang tua lain.

Namun, kepala sekolah di Zalaegerszeg, Hungaria barat, menolak untuk memecat ibu guru yang tak disebut namanya itu meskipun mendapatkan tekanan dari kalangan orang tua dan beberapa guru lain."Saya terpaksa memberikan teguran ke guru asal Jerman tersebut, namun aku tak akan memecatnya karena ia merupakan guru berprestasi di sekolah kami," kata kepala sekolah Sandor Rozman.

"Ia tak sampai mencopot seluruh pakaiannya seperti yang dilakukan oleh sejumlah orang di pantai," demikian alasan Sandor Rozman untuk tak memecat salah satu gurunya itu.